MEDAN : Tepat sekira pukul 08.48 wib acara penanaman 1000 pohon khas Melayu yang dilaksanakan PW ISMI Sumut bekerjasama dengan Green Justice Indonesia (GJI) dengan thema “Menghidupkan Kembali Sungai Deli, Menguatkan Peradaban Melayul Bekelanjutan” pada Sabtu 6 Juni 2026 di kawasan Hutan Kota Jalan Eka Sama, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Giat PW ISMI Sumut yang dinakhodai lProf Nispul Khoir, diapresiasi PB ISMI. Demikian siaran pers diterima redaksi pada Kamis 11 Mei 2026
Dalam sambutannya, Ketua PB ISMI, Nizhamul diwakili Ketua Harian Prof Ismi Abdullah mengatakan, PB ISMI memberikan apresiasi luar biasa kepada PW ISMI Sumut yang menggelar giat penanaman 1000 pohon khas Melayu. Selain cuaca cerah, para pengurus iSMI Sumut yang hebat-hebat datang ikut bergabung mendukung acara ini. Selain itu ada juga undangan dari berbagai pihak.

“Program ini sangat bagus dan kita dukung, sebab hal itu sebagai salah satu upaya menghidupkan kembali Sungai Deli dengan menanam pohon khas Melayu yang tumbuh di sepanjang tepian sungai, ini sangat luar biasa. Di dalam kegiatan ini ada kolaborasi PW ISM dengan Green Jautise Indonesia (GJI), Komunitas Warga Kanalj (KEK), Warga Peduli Sekitar (WA PESEK) dan ada juga Pak Amri dari Bentangan Alam Hijau Indonesia (BAHIS), bersatu padu sehingga acaranya cukup baik,” kata Prof Ilmi Abdullah.
Dikatakan, bersatunya pihak-pihak yang peduli menghidupkan lingkungan dan menciptakan berbagai turunan. Hal tersebut berdampak kepada efek ekonomi. Turunan kebaikan Sungai Deli harus kita cari. Tidak hanya sebatas menanam pohon ini saja. “Ada ayat ayat Alquran yang menuntut aktifitas kita. Banyak sekali turunannya, jangan sampai disini saja dan kedepan kita harus buat macam-macam program yang lebih lagi,” ujar Prof Ilmi yang hadir bersama Sekjen PB ISMI Prof Yanhar Jamaluddin, HA Nuar Erde, Abdul Aziz dan pengurus PB ISMI lainnya.

Selanjutnya Prof Ilmi juga meminta Pemko Medan agar mendukung kegiatan ini dan memasukannya ke dalam anggaran dan giat Pemko Medan. “Kita tawarkan agar Pemko Medan memasukkan kegiatan ini dalam Musrenbang. Sebab ada potensi wisata di kegaiatan ini, ada potensi ekonomi yang bisa kita bangkitkan,” ujarnya.
Sementara Ketua PW ISMI Sumut, Prof DR Nispul Khoiri mengatakan kegiatan ini adalah kerjasama PW ISMI Sumut dengan GJI, Wa Pesek, KWK dan BAHIS. Ia
menegaskan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperbaiki merawat lingkungan dengan membutuhkan aksi nyata.
Prof Dr Nispul Khoiri, juga Ketua LP2M UINSU ini menjelaskan, tujuan strategis dilaksanakannya kegiatan ini yaitu menguatkan kembali fungsi ekologis Sei Deli sebagai titik penting di Kota Medan. Sei Deli berfungsi wadah penampung debit air, pengendali banjir untuk wilayah hilir kota Medan dan menjadi ikon sejarah sebagai jalur transportasi air serta pusat peradaban sejak masa Kesultanan Deli. “Kita berharap Sei Deli tidak mengalami krisis lingkungan semakin parah. Menjaga Sei Deli artinya menjaga kota Medan dan manjaga kita semua, sekaligus melestarikan ikon bersejarah kota Medan,” ujarnya.

Sementara Ketua GJI, Panut Hadisiwoyo SS, MSi mengatakan kegiatan penanaman 1.000 pohon khas Melayu ini adalah sebagai revitalisasi peradaban masyarakat Melayu di Kota Medan. Menurut Panut, Sungai Deli yang membelah Kota Medan memiliki posisi penting dalam sejarah dan perkembangan peradaban masyarakat Melayu di Sumatera Utara.
Sungai ini tidak hanya menjadi sumber kehidupan, jalur perdagangan, transportasi, serta pusat aktivitas sosial budaya masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan warisan sejarah Melayu yang berkembang sejak masa Kesultanan Deli. “Seiring perkembangan urbanisasi dan perubahan tata ruang, kondisi Sungai Deli menghadapi berbagai tantangan berupa degradasi lingkungan, pencemaran, sedimentasi, penyempitan kawasan sempadan sungai, serta menurunnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi ekologis dan nilai sejarah sungai. Kondisi tersebut bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengurangi hubungan historis masyarakat dengan ruang-ruang peradaban yang menjadi bagian dari identitas budaya Melayu,” kata Alumni Fakultas Ilmu Budaya USU ini.
Lebih lanjut Panut mengatakan, penanaman pohon pada kawasan Sungai Deli menjadi salah satu langkah nyata dalam mengembalikan fungsi ekologis sekaligus memperkuat kembali nilai-nilai sosial budaya masyarakat Melayu. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol revitalisasi peradaban Melayu yang memadukan nilai pelestarian lingkungan, penguatan identitas budaya, pendidikan generasi muda, dan pembangunan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.
Sejumlah pengurus PW ISMI Sumut hadir mendampingi Ketua antara lain Sekretaris PW ISMI Sumut Ismail Marzuki, Bendahara Dr Sri Rezeki, Ansyari Adanat, OK Hendri dan pengurus lainnya. Hadir juga
Sekcam Medan Johor Juni H, Kapolsek Medan Johor. Sementara Ketua Harian PB ISMI Prof. Dr Ilmi Abdullah hadir bersama Sekretaris PB ISMI Dr Yanhar Djamaluddin, Ketua DPW IMO-Indonesia HA Nuar Erde, tokoh masyarakat Minang yang juga pengurus Yayasan Abdul Azis, Wakil Ketua IKA FIB USU Zufri Hidayat SS MSi dan lainnya.erde

















