Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiMedan

Ustad Ade Darmawan Tolak Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hingga 30%, Bebani Jamaah Haji dan Umrah

75
×

Ustad Ade Darmawan Tolak Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hingga 30%, Bebani Jamaah Haji dan Umrah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MEDAN : Rencana kenaikan harga tiket pesawat yang dikabarkan mencapai hingga 30% menuai penolakan dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha di sektor haji dan umrah.  UST Ade Darmawan, selaku Dewan Pembina APPEBA (Asosiasi Pengusaha Pengkhitmat Baitullah), secara tegas menyatakan keberatannya atas kebijakan tersebut.

Dalam keterangannya, UST Ade Darmawan menilai bahwa kenaikan harga tiket pesawat dalam jumlah signifikan akan berdampak langsung pada meningkatnya biaya perjalanan ibadah haji dan umrah. Hal ini, menurutnya, berpotensi memberatkan calon jamaah, khususnya dari kalangan menengah. “Sebagai pengusaha di bidang haji dan umrah, kami sangat merasakan dampaknya. Kenaikan hingga 30% bukan angka kecil, dan ini tentu akan berimbas pada paket biaya yang harus ditanggung jamaah,” ujarnya.

Baca Juga :  Bidang Intelijen Kejati Sumatera Utara Raih Penghargaan Dari Jaksa Agung Republik Indonesia

Ia menegaskan bahwa ibadah haji dan umrah merupakan perjalanan spiritual yang sangat dinantikan umat Muslim, sehingga aspek keterjangkauan biaya harus menjadi perhatian utama.  Jika biaya transportasi udara melonjak, maka akses masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci bisa semakin terbatas.

Baca Juga :  Swasta Dukung Pemkab Deli Serdang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Selain itu, UST Ade Darmawan juga mengingatkan bahwa industri haji dan umrah saat ini masih dalam tahap pemulihan pasca pandemi. Banyak penyelenggara perjalanan yang baru mulai bangkit, sehingga kebijakan kenaikan harga tiket dinilai dapat memperlambat proses pemulihan tersebut. “Kami berharap pemerintah dan maskapai dapat mempertimbangkan kembali rencana ini. Perlu ada kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan industri serta kemudahan umat dalam beribadah,” tambahnya.

Baca Juga :  Media Online Perkuat Komitmen Pemberitaan Berkualitas dan Anti Hoax, Kadis Kominfo Sumut Apresiasi

APPEBA, lanjutnya, juga mendorong adanya dialog antara pemerintah, maskapai penerbangan, dan pelaku usaha travel haji dan umrah untuk mencari solusi terbaik yang tidak merugikan semua pihak. Dengan adanya polemik ini, para pelaku industri berharap agar kebijakan yang diambil tetap mengedepankan asas keadilan, transparansi, dan keberpihakan kepada masyarakat luas, khususnya calon jamaah yang telah lama merencanakan perjalanan ibadahnya ke Tanah Suci. drm/nrd

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *