Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaPendidikanSamosir

Ubi Ungu Jadi Inovasi Minuman Fortifikasi, Universitas Deztron Indonesia Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal

5
×

Ubi Ungu Jadi Inovasi Minuman Fortifikasi, Universitas Deztron Indonesia Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SAMOSIR : Universitas Deztron Indonesia (UDI) terus mendorong pengembangan hasil penelitian menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui program Hilirisasi Riset yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui program ini, potensi ubi ungu dikembangkan menjadi berbagai produk olahan pangan, meliputi minuman fortifikasi, cookies, puding, bolu, nugget, dan bakso berbahan dasar ubi ungu.

Inovasi ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan, meningkatkan nilai tambah pangan lokal, serta berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pencegahan stunting. Kegiatan yang berlangsung pada 21–24 Oktober 2026 di Kabupaten Samosir ini menjadi langkah nyata Universitas Deztron Indonesia dalam menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui pelatihan pengolahan pangan lokal, program ini memperkenalkan inovasi pengolahan ubi ungu yang berpotensi meningkatkan pemanfaatan sumber daya pangan daerah sekaligus membuka peluang pengembangan produk bernilai tambah.

Rektor Universitas Deztron Indonesia, Dr. Marniati, S.E., M.Kes., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program hilirisasi riset ini sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mengembangkan hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan produk berbasis ubi ungu dinilai memiliki potensi untuk memperkuat pemanfaatan pangan lokal, meningkatkan keterampilan pengolahan pangan, serta mendorong tumbuhnya peluang kewirausahaan berbasis potensi daerah.

Apresiasi tersebut juga menjadi dorongan bagi tim peneliti dan seluruh sivitas akademika Universitas Deztron Indonesia untuk terus menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui hilirisasi riset, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu mengembangkan produk yang berpotensi diterapkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Warga Komplek Al Falah Tambun Timur Pematang Siantar Laksanakan Qurban 5 Ekor Lembu

Program Hilirisasi Riset ini diketuai oleh Faradita Wahyuni, S.ST., M.Kes., dengan anggota tim yang terdiri atas Zuliana Amalia, S.Tr., Gz., M.Gz.; Dewi Wulandari, S.Pd., M.Hum.; Nur Laily Harfita, S.Pd., M.Si.; Dr. Ahmad Faisal Nasution, M.Si.; Amelia Khairina Ilmi, S.T., M.M.; dan Erni Susilawati, S.K.M., M.K.M. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Deztron Indonesia dan para Ibu dan Balita di Kabupaten Samosir yang berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan hilirisasi riset.

Dalam pelaksanaannya, tim mengembangkan enam jenis produk olahan berbasis ubi ungu, yaitu minuman fortifikasi, cookies, puding, bolu, nugget, dan bakso. Produk-produk tersebut merupakan bentuk diversifikasi pangan melalui pemanfaatan bahan baku lokal menjadi olahan yang lebih variatif dan berpotensi memiliki nilai ekonomi. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas pilihan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan dalam pengolahan dan pengembangan produk pangan.

Ubi ungu mengandung karbohidrat, serat, serta antosianin, yaitu pigmen alami yang memberikan warna ungu dan memiliki aktivitas antioksidan. Potensi tersebut menjadikan ubi ungu sebagai salah satu bahan pangan lokal yang menarik untuk dikembangkan melalui inovasi produk. Meski demikian, kandungan gizi akhir, mutu, dan keamanan setiap produk perlu dipastikan melalui pengujian yang sesuai.

Baca Juga :  Hibah Rp. 96 Miliar Untuk Pembangunan Gedung Kantor Kejatisu Layak Dapat Perhatian Presiden Prabowo

Kegiatan ini turut melibatkan unsur pemerintah daerah melalui kehadiran dr. Friska Situmorang, M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Samosir. Dukungan juga melibatkan unsur kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, serta perangkat daerah terkait, termasuk Camat Simanindo, Kepala Puskesmas Simarmata, Kepala Puskesmas Ambarita, Kepala Desa Cinta Dame, Kepala Desa Simanindo, dan unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendorong edukasi gizi keluarga, pemanfaatan pangan lokal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pembangunan kesehatan dan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Samosir.

Hilirisasi riset ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal. Dengan pendampingan dan pengembangan yang tepat, produk berbasis ubi ungu berpotensi menjadi peluang usaha yang mendukung perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya daerah.

Bagi Universitas Deztron Indonesia, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui dukungan program Hilirisasi Riset LPDP, UDI berupaya mendorong hasil penelitian agar dapat dikembangkan menuju penerapan nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Satpol PP Medan Tak Pakai Badge Usir Wartawan di Asrama Haji Akhirnya Diusir Petugas Keamanan 

Dalam konteks pencegahan stunting, inovasi pangan lokal dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang beragam dan seimbang. Namun, pencegahan stunting tetap memerlukan pendekatan komprehensif, termasuk pemenuhan gizi ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan, edukasi kesehatan, serta dukungan lintas sektor. Oleh karena itu, pengembangan produk pangan lokal perlu disertai pengujian mutu dan kandungan gizi untuk memastikan kualitasnya.

Ke depan, pengembangan minuman fortifikasi, cookies, puding, bolu, nugget, dan bakso ubi ungu diharapkan dapat dilanjutkan melalui penyempurnaan formulasi, pengujian kandungan gizi, evaluasi mutu dan keamanan pangan, serta pengembangan strategi produksi dan pemasaran. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat potensi produk agar memiliki nilai tambah dan peluang pemanfaatan yang lebih luas.

Melalui program Hilirisasi Riset ini, Universitas Deztron Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengembangkan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta mendorong inovasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Samosir.

Universitas Deztron Indonesia — Mengembangkan Riset, Menguatkan Inovasi, Menghadirkan Dampak bagi Masyarakat. nrd/ril

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *