MEDAN : Masyarakat Melayu yang tergabung dari tiga organisasi besar Melayu di Indonesia yang berkedudukan di kota Medan, Sumatera Utara yaitu PB MABMI, PB ISMI dan PB GAMI sepakat menggelar HBH bersama pada tahun ini. Hal ini merupakan momentum kebangkitan dan kebersamaan masyarakat Melayu itu sendiri dannl pagelaran ini merupakan yang pertama digelar sehingga harus didukung penuh dan disukseskan.
Demikian disampaikan Tokoh Pemuda Masyarakat Melayu Kota Medan, OK Awaluddin alias Awel yang juga aktif di organisasi Melayu PB MABMI dan PB ISMI. Katanya, sebagai putra Melayu yang juga sebagai generasi penerus bangsa, perlu bimbingan dan arahan dari para tetua, tokoh-tokoh, alim ulama dan kalangan cerdik pandai serta para senior masyarakat Melayu kepada para generasi muda Melayu.
“Nah acara HBH bersama Masyarakat Melayu yang diorganisir oleh tiga organisasi besar Melayu pada kali ini, saya kira merupakan momentum untuk kebangkitan dan kebersamaan masyarakat Melayu dan kegiatan ini mesti kami dukung dan kami sukseskan,” ujar Awel, Tokoh Melayu yang mengcounter keras tudingan Permadi Arya alias Abu Janda menyebut Medan bukan Tanah Deli dan daging babi adalah makanan kearifan lokal Kota Medan, melalui media sosialnya.
Untuk itu kata Awel lagi, yang merupakan Tokoh Muda Melayu Kota Medan dengan Gelar Dato’ Nara Karunia Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli, agenda kebersamaan seluruh elemen masyarakat Melayu seperti ini, perlu terus dibuat. Jangan terhenti di saat geleran HBH ini saja.Tapi kegiatan-kegiatan dan kebersamaan-kebersaman yang lain, perlu diintesifkan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat Melayu itu sendiri.
Sebab, kebersamaan kita merupakan kekuatan yang luar biasa. Minimal pihak lain akan berpikir dua tiga kalu untuk mengobok-obok Melayu seperti belakangan ini. “Jadi kami sangat merindukan rangkulan dan perhatian lebih dari para ayah bunda, Datuk dan Datin serta seluruh tokoh dan para senior masyarakat Melayu,” ujar Awel yang juga Panglima Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kota Medan.
Jadi kalau sudah ada kebersamaan seluruh masyarakat Melayu dari berbagai organisasi dan golongan katanya, maka sudah sangat mudah untuk mengarahkan dan membimbing dengan menggelar berbagai kegiatan positif dan kegiatan bermakna lainnya untuk kemajuan bersama.
“Sesungguhnya kita inipun memiliki banyak pakar, para ahli dan pemikir serta para akademisi maupun kalangan profesional, teknokrat dan juga birokrat yang bisa kita handalkan. Tapi yang penting kami sebagai generasi muda Melayu siap mendukung kebersamaan ini demi kemajuan Melayu, kemajuan bangsa dan kemajuan negara,” pungkas Awel. nrd

















