MEDAN : Kedatangan jamaah haji Kloter 11 asal Medan dan Tanjung Balai disambut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, DR Zulkifli Sitorus, Wakil Walikota Tanjung Balai, M Fadly Abdina, Kakan Kemenhaj Medan M Bambang, Kabag Sosial Pemko Tanjung Balai, Abu Said Lubis dan sejumlah panitia lainnya di Asarma Haji Medan pada Ahad 3 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Tanjung Balai, M Fadly Abdina bersama Kakanwil Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus, membagikan kartu nusuk kepada Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) secara simbolis untuk jemaah calon haji Kloter 11 dan kemuidan oleh Karu dan Karom dibagikan kepada jamaah yang bersangkutan.

Jemaah Calhaj Kloter 11 ini akan dilepas keberangkatannya dari Asrama Haji menuju Kualanamu International Airport (KNIA) pada Senin (4/5/2026) pukul 03.30 WIB dan selanjutnya take off pukul 09.20 WIB.
Jamaah Kloter 11 Embarkasi Medan ini sebanyak 357 jemaah dengan rincian 129 jemaah asal Kota Tanjungbalai, 211 jemaah dari Kota Medan, 2 jemaah masing-masing dari Padangsidempuan, Deliserdang, Asahan, Simalungun dan 1 jemaah masing-masing dari Serdang Bedagai, Mandailing Natal dan Kota Padang, Sumbar serta 6 petugas haji daerah dan pusat.
Wakil Wali Kota Tanjung Bakai M Fadly Abdina juga memantau kondisi jemaah Kloter 11 di aula penerimaan Asrama Haji Medan yang tengah dilayani petugas, seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian paspor, gelang identitas hingga living cost sebesar 750 Riyal setiap jemaah.

Usai membagi-bagikan kartu nusuk, Fadly yang dikenal ramah dan santun mendatangi jamaah memberikan semangat sembari berdoa agar seluruh jamaah sehat sehat Dalam menunaikan ibadah haji ini. “Sehat sehat yo Nek, selamat pergi dan selamat kembali. Semoga menjadi hajicmabrur dan mabrurah,” demikian ia sampaikan ketika menyalami jamaah satu per satu.
Ia menekankan pentingnya persiapan fisik, mental, dan kesehatan yang optimal bagi para jemaah calon haji. “Kami berharap seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, dan mendoakan kebaikan bagi Kota Tanjungbalai khususnya. Selamat menunaikan ibadah di Tanah Suci, semoga sekembalinya nanti di tanah air meraih predikat haji mabrur,” tuturnya.

Sebelumny, Kakanwil Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus kembali menegaskan, kartu nusuk penting sebagai identitas bagi para jemaah untuk bisa masuk ke tempat-tempat suci. “Terutama Baitullah Masjidil Haram untuk Tawaf dan Sa’i. Dan juga nanti ketika puncaknya melaksanakan Wukuf di Arafah. Seperti itulah pentingnya, kartu nusuk,” ungkapnya.
Maka, sejak awal sudah diantisipasi dan disiapkan. Jika memang belum dapat di sini, langsung datanya dikirim ke Arab Saudi sampai ke Madinah. “Alhamdulillah dengan adanya pembagian di Indonesia, terutama embarkasi ini, maka akan bisa dilihat siapa yang sudah dapat dan siapa yang belum,” urainya.

Tentunya, hari ini yang belum punya kartu nusuk, sudah disampaikan di Madinah kepada syarikah, agar disiapkan di Madinah. Begitu jamaah sampai nanti di Madinah, akan mendapatkan kartu nusuk,” jelas Ketua PPIH Embarkasi Medan ini. nrd/sry

















