Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaMedan

Sultan Deli ke-14, Tuanku Aji, Tegaskan Isu Sholat Idul Fitri Menunggu Sultan Adalah Keliru dan Menyesatkan

30
×

Sultan Deli ke-14, Tuanku Aji, Tegaskan Isu Sholat Idul Fitri Menunggu Sultan Adalah Keliru dan Menyesatkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MEDAN : Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, yang dikenal dengan sapaan Tuanku Aji, kembali menegaskan posisinya sebagai penjaga marwah budaya Melayu sekaligus meluruskan informasi yang dinilai keliru di tengah masyarakat. Isu yang menyebutkan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha di Masjid Raya Al Mashun harus menunggu kehadiran Sultan, ditegaskannya sebagai kesalahan besar yang tidak berdasar.

Dalam konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (26/3/2026), Sultan Deli ke-14 tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan sholat hari raya tetap mengikuti ketentuan syariat Islam, yakni setelah masuknya waktu sholat, bukan bergantung pada kehadiran dirinya sebagai simbol adat. Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas informasi yang sempat viral dan menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. “Bukan menunggu Sultan datang baru sholat Idul Fitri atau Idul Adha dilaksanakan. Itu salah besar. Sholat tetap dilaksanakan ketika sudah masuk waktunya, sesuai akidah Islam dan adat Melayu Deli,” tegasnya.

Example 300x600

Lebih lanjut, Tuanku Aji menjelaskan bahwa kehadiran Sultan dalam prosesi menuju masjid, termasuk tradisi dipayungi oleh para pengawal, merupakan bagian dari adat istiadat Melayu Deli yang telah diwariskan turun-temurun. Prosesi tersebut bukanlah syarat sah ibadah, melainkan simbol budaya dan penghormatan terhadap institusi kesultanan.

Baca Juga :  Kasus Penjualan Lahan PTPN I di Deli Serdang Lebih Seksi Dibanding Kasus OTT Topan Ginting

Tradisi berjalan menuju masjid dengan pengawalan dan payung kebesaran, lanjutnya, adalah bentuk pelestarian nilai-nilai budaya Melayu yang tetap dijaga di tengah perkembangan zaman modern. Hal itu tidak memiliki maksud lain selain menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi masa kini.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi di Momen Idul Fitri 1447 H, Penasehat Hukum Ahmad Anugrah Lubis SH MH Gelar Halal Bi Halal 

Sebagai Sultan ke-14 Kesultanan Deli, Tuanku Aji yang dinobatkan sejak usia delapan tahun, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara adat dan syariat. Di tengah arus informasi yang kerap simpang siur, kehadirannya menjadi rujukan penting dalam meluruskan pemahaman masyarakat terkait tradisi dan agama.
Penegasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat Melayu Deli berjalan selaras dengan ajaran Islam, bukan bertentangan. Sultan pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu benar tanpa klarifikasi dari sumber yang sah.syahdan/red

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *