MEDAN : Penerimaan pelajar baru TA 2026/2027 di SMA Negeri 15 Medan sebanyak 432 pelajar terdiri dari 12 Rombongan Belajar (Rombel), 1 Rombel 36 pelajar. Diantara 12 Rombel ada 1 Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang diseleksi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut sebagai bentuk kerjasama SMA Negeri 15 dengan dinas tersebut.
“Setiap tahun satu kelas untuk Dispora Sumut jadi yang reguler 11 kelas terdiri 396 pelajar. Seleksi penerimaan siswa baru berjalan tertib, aman dan lancar. Lebih 2.000 pelajar ikut mendaftar. Untuk tahap 1 masuk berdasarkan domisili, afirmasi dan mutasi. Lalu pada tahap 2 berdasarkan prestasi akademik dan non akademik. Jumlah pelajar baru yang masuk sama dengan jumlah pelajar yang masuk pada tahun lalu,” ujar Gokman Sianturi Kepala SMA Negeri 15 Medan kepada.mediaomline www.penasumut.id, pada Jumat 24 Juli 2026.
Guna memberikan semangat kepada siswa siswi baru masuk ke sekolah, Gokman mengatakan pihaknya membentang spanduk bertukiskan ‘Selamat Datang, Salam Sukses Ananda Calon Pemimpin Masa Depan Bangsa’ dan ‘Selamat Atas Lulusan Ananda Kelas X di SMA Negwri 15 Medan’. Tidak hanya untuk pelajar kelas baru saja tetapi pelajar yang naik.kelas pun disambut dengan spanduk bertuliskan, ‘Selamat Atas Kenaikan Ananda Kelas XI dan Kelas XII’.
Hal ini kita lakukan kata Gokman, guna memberi motivasi dan semangat kepada anak-anak untuk belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh. Sebab para pelajar yang barunmasuk adalah siswa siswi yang beruntung bisa lulus dari sekira 2.000-an pendaftar. “Kita sentuh hatinya agar mereka semangat dan rajin belajar menuntut ilmu untuk.bekal.ke depan,” ujar Gokman.
Di hadapan anak-anak para pelajar saat pembukaan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dalam upacara, mereka diperkenalakan sistem kurikulum belajar, waktunya guru dan eskulnya. “Ada simulasi dan kita undang juga narasumber dari mitra untuk berbicara tentang
wawasan kebangsaan, kepolisian dengan Satlanatas dan yang lain juga narasumber dari para guru dan orangtua siswa,” paparnya.
Intinya kata Gokman, pihak sekolah menekankan kepada para siswa bahwa selama diterima di SMA Negeri 15 Medan, para pelajar harus disiplin. Sebab disiplin adalah kunci keberhasilan. Dengan disiplin kita bisa raih prestasi. “Sarat sukses adalah disiplin baik disiplin waktu, tata aturan, adab kepada orangtua dan hormat kepada guru. Anak-anak supaya rukun kompak sesama. Hilangkan perbedaan, jangan ada perundungan, kekerasan segalanya dan tidak ada sikap intoleransi, hak ini diutamakan,” ujarnya lagi.
Terbanyak Masuk PTN
Gokman Sianturi juga mengatakan, pada tahun ini para pelajar SMA Negeri 15 yang dipimpinnya bersama seluruh guru dan staf, berhasil mengantarkan 71 siswa siswi lulus masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat jalur undangan SNBP. “*Pada tahun lalu kita berhasil antarkan 69 pelajar, jadi ada kenaikan dibanding tahun lalu. Dan kita adalah SMA yang terbanyak pelajarnya lulus masuk PTN lewat jalur undangan,” ucap Gokman.
Untuk masuk PTN lewat SNBT lanjutnya, para pelajar SMA Negeri 15 berhasi lulus sekirab106 pelajar. Jadi total pelajar yang lulus sekira 177 orang masuk PTN di seluruh Indonesia. Ada lulus di UI, UGM, IPB, Brawajiya, Undip dan terbanyak lulus di USU. “Kita masih menunggu pelajar yang lulus lewat jalur kedinasan. Ada sekira lebih 20 pelajar mendaftar ke kedinasan dan kami masih menunggu pengumumannya. Sebab pengumuman kedua masuk undangan Jakarta,” kata Gokman lagi.
Jadi kata Gokman saat menutup diskusi dengan www.penasumut.id bahwa disiplin, kerja keras, rendah hati, adab ke orangtua dan kepada guru merupakan kewajiban bagi seluruh pelajar di SMA Negeri 15. Hal ini tetap kita tekankan dan ingatkan sebagai motivasi bagi anak anak.
“Misal disiplin waktu masuk kitanminta pukul 07.00 WIB sudah di sekolah. Sebab sekira pukul 07.00 sd- 07.15 WIB mereka lakukan kebiasaan baik evaluasi maupun diskusi,” ujar Gokman yang sudah masuk sekolah sekira pukul 06 40 WIB. “Dengan model kepemimpinan seperti itu, saya tunjukkan dengan baik kepada anak-anak dan saya juga Ikut gotong royong, ke kelas dan sambut anak anak,” tegasnya.
Di sekolah kami juga kata Gokman lagi, kerap melakukan evaluasi tentang anak- anak dan guru. Apabila ada kesalahan, kita diskusi dan cari jalan keluar agar kedepan bisa diperbaiki lagi. “Kita semua di sekolah cenderung diskusi untuk mencari jalan keluar,” tutup Gokman Sianturi. erde
















