MEDAN : Brand kosmetik lokal Marnia resmi hadir di Medan dengan membawa produk perdana berupa lipstik yang mengusung konsep premium, namun tetap menyasar konsumen dengan harga menengah. Marnia sebelumnya diperkenalkan dalam peluncuran perdana di Jakarta pada 23 Agustus 2026. Kehadirannya di Medan menjadi langkah lanjutan untuk memperkenalkan produk tersebut kepada pasar Sumatera Utara.

Pemilik Marnia, Prof. Adjunct. Dr. Marniati, S.E., M.Kes, yang juga Rektor Universitas Deztron Indonesia (UDI) mengatakan Marnia dirancang sebagai brand kosmetik dengan kualitas dan bahan yang telah melalui berbagai pengujian serta memenuhi ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Untuk saat ini kita baru launching lipstick dengan 14 warna dan tiga varian, yaitu glossy, matte dan velvet,” ujar Marniati dalam kegiatan kehadiran Marnia di Kota Medan, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, salah satu keunggulan yang dikembangkan pada produk tersebut adalah penggunaan vitamin E sebagai salah satu kandungan dominan. Kandungan itu ditujukan agar lipstik tidak hanya memberikan warna pada bibir, tetapi juga membantu menjaga kelembapan dan merawat kondisi bibir. “Bagi saya, bibir bukan hanya harus cantik, tetapi juga harus dirawat. Karena itu, Marnia saya rancang bukan hanya untuk memberikan warna, tetapi juga melembapkan dan merawat bibir,” katanya.

Marnia saat ini menawarkan tiga karakter hasil akhir melalui varian glossy, matte dan velvet. Dengan 14 pilihan warna, produk tersebut menyasar konsumen dewasa dengan rentang penggunaan mulai dari usia sekitar 20 tahun hingga kelompok usia yang lebih matang.
Marniati mengatakan Marnia diposisikan sebagai produk kelas atas dari sisi kualitas, namun harga yang ditawarkan masih berada pada level menengah. Untuk saat ini, produk lipstik Marnia dipasarkan dengan harga sekitar Rp240.999.
Ia menambahkan, pengembangan Marnia tidak akan berhenti pada produk lipstik. Mulai 2027 hingga 2028, Marnia direncanakan menghadirkan sekitar delapan produk kosmetik lainnya, di antaranya blush on, eyeshadow, foundation dan cushion.

Pengembangan tersebut, lanjut Marniati, merupakan bagian dari upaya membangun Marnia sebagai brand kosmetik Indonesia yang memiliki lini produk lebih lengkap. Selain pasar domestik, Marnia juga diproyeksikan untuk masuk ke pasar Asia, termasuk Malaysia dan Thailand. “Kita ingin menunjukkan bahwa brand Indonesia juga mampu bersaing di Asia. Produk Indonesia tidak kalah dengan produk dari negara lain,” katanya.
Kehadiran Marnia di Medan sekaligus menjadi momentum dimulainya program Marnia Connect for Charity. Namun, di tengah pengembangan bisnis kosmetik tersebut, Marniati menegaskan bahwa Marnia ingin membawa konsep bisnis yang tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
“Saya berjanji dan komitmen keuntungan dari produk ini akan saya berikan untuk membantu saudara saudara dan anak anak kita yang kurang mampu dan bekebutuhan. Seperti malam ini kita berikan bantuan untuk anak anak kita yang mengalami penyakit autisme,” tutupnya. nrd
















