MEDAN : Di tengah tantangan derasnya arus perubahan dalam era digitalisasi sekarang ini, mengharuskan seluruh entitas untuk bergerak berjuang agar tidak terpinggirkan. Termasuk puak Melayu harus terus mengerahkan segenap potensi sehingga dapat berada di barisan depan dalam merespons arus perubahan zaman yang semakin cepat dan kompetitif.
Menyadari hal itu, Dewan Pengurus dan Redaksi M-News.Id melakukan rapat yang hasilnya berkomitmen untuk menjadikan M-News.Id sebagai media perjuangan mengangkat harkat, martabat, dan marwah Melayu. Rapat digelar Jum’at malam 9 Oktober 2026, di Rencong Cafe Jalan Karya Dharma Medan.
Rapat dihadiri Dewan Pembina Assoc. Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, MAP., Pemimpin Umum Redaktur Utama Ade Darmawan, Pengarah Redaksi Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP., Pemimpin Redaksi HA Nuar Erde, Wakil Pemimpin Redaksi Abdul Azis, ST., serta para redaksi, Tengku Rizqan B.Mus.Ed, M.Sn., Ismail Marzuki, S.Pd.I., Abdul Hafiz, S.Ag., MA., dan Ir. Tauhid Ichyar, MT.
Pemimpin Umum M-News, Ade Dharmawan mengatakan kepada seluruh jajaran agar menjadikan media online M-News.id ini sebagai tempat ibadah. Seperti motonya Tajam Pesan Kuat Makna. “Angkat isu isu yang bagai batang terendam seperti soal pendidikan di Sumatera Utara. Jadikan media ini sebagai media penyambung lidah rakyat. Kita harus melakukan studi dan investigasi soal pendidikan di berbagai daerah di Sumatera Utara,” ujar Ade.
Dalam kesempatan itu Sakhyan Asmara selaku Pengarah Redaksi menekankan bahwa media ini hadir bukan sekadar menyampaikan berita melainkan juga harus menjadi suluh perjuangan untuk mengangkat harkat, martabat dan marwah Melayu yang akhir-akhir ini mengalami banyak tantangan terutama di tanah Melayu sendiri.
“Melayu itu bukan sekadar suku, Melayu itu adalah adat, entitas dan etnis yang bernafaskan Islam. Oleh sebab itu harkat, martabat dan marwahnya harus terus dijaga,” ujar Sakhyan. “Hilang harkat, martabat dan marwah Melayu berarti hilanglah jati diri Melayu sebagai sebuah entitas yang berada di muka bumi ini,” ucap Sakhyan lebih lanjut.

Angkat kembali pantun, gurindam, petatah-petitih, nilai-nilai Islam beradat. Buat anak muda kita bangga kembali memakai tanjak dan mengatakan ‘Aku Melayu’. Saya berpesan kepada seluruh redaksi, bekerjalah dengan Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah. Jaga integritas, jaga independensi, tapi jangan pernah netral kalau marwah Melayu dipertaruhkan.
Kita harus memilih berdiri di garda depan dan bersuara lantang untuk keadilan, kebenaran, dan untuk kemuliaan orang Melayu di Bumi Melayu ini,” pungkas Sakhyan.
Sementara itu Dewan Pembina Assoc. Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, MAP., menegaskan perlunya spesifikasi kehadiran M-News.Id di tengah-tengah pembaca. “M-News.Id jangan menjadi media yang abu-abu. Harus jelas keberpihakannya, yaitu keberpihakan kepada kebenaran dan kepada kemuliaan Melayu” Ujar Yanhar.
Spesifikasi kita harus tegas. Pertama, M-News.Id harus menjadi rumah besar bagi narasi Melayu. Jangan biarkan sejarah Melayu ditulis oleh orang lain. Kita tulis sendiri sejarah kita, budaya kita, dan kejayaan kita. Kedua, M-News.Id harus menjadi benteng advokasi. Jika ada kebijakan yang meminggirkan anak Melayu di tanah Melayu, jika ada marwah Melayu yang diinjak-injak, maka M-News.Id wajib bersuara paling lantang. Diamnya media Melayu adalah matinya marwah Melayu. Ketiga, M-News.Id harus mendidik, bukan sekadar mengabarkan.
Karena ini adalah jihad kebudayaan kita. InsyaAllah, dengan niat yang lurus dan kerja yang ikhlas, M-News.Id akan menjadi obor yang menerangi kembali kejayaan Melayu di Nusantara. Takkan Melayu Hilang di Bumi, Bumi Bertuah Negeri Beradat.”
“Kita harus lakukan pendekatan kelembagaan untuk memperkuat ekfetivitas M-News, maksudnya penertiban mekanisme kerja sesuai dengan tugas dan fungsi,” ujar Yanhar.
Sementara Pemred M-News.id, HA Nuar Erde mengatakan agar jajaran redaksi terus melakukan koordinasi dan komunikasi agar berita berita yang dipublish adalah berita berita yang berkualitas dan tentunya berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara. “Jangan pernah kita mempublish berita-berita yang hoax, perpecahan dan kebencian dan berita yang berkonflik dengan semua pihak. Sampai saat ini berita kita baik dan berkualitas,” ujar HA Nuar Erde. Tim
















