Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDeli SerdangMedan

Galih Pamungkas Diduga ‘Lawan’ Perintah PEPSSI

93
×

Galih Pamungkas Diduga ‘Lawan’ Perintah PEPSSI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gambar Tuan Guru Syaikh Ali Mas’ud Al Banjari terpampang bersanding dengan PEPSSI, Rabu (13/05/2026) siang.

 

MEDAN : Galih Pamungkas sepertinya diduga berani dan terkesan ‘melawan’ perintah Pimpinan Pusat Perkumpulan Persatuan Suku-Suku Islam (PEPSSI) untuk menurunkan gambar Tuan Guru Syaikh Ali Mas’ud Al Banjari Al Haj yang bersanding di dalam spanduk organisasi itu. Berdasarkan pantauan wartawan, Rabu (13/05/2026) siang, sekira pukul 12.00 WIB, gambar Tuan Guru masih terpampang di dalam spanduk tersebut.

Spanduk itu terpampang di salah satu rumah yang diyakini kediaman Galih, Jalan Deli Sejahtera, Blok I, nomor 5, Komplek KPUM, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua. Gambar Tuan Guru itu juga diduga kuat terbentang di salah satu rumah di Jalan Nogio VII, Deli Tua Timur.

Padahal sebelumnya, Ketua Umum PEPSSI, H Syahril secara tegas menyuruh untuk menurunkan gambar Tuan Guru Syaikh Ali Mas’ud Al Banjari Al Haj. “Kita sudah perintahkan. Itu juga sudah disampaikan Ketua Dewan Pembina PEPSSI, Abah Wage,” ujar H Syahril ketika dihubungi melalui telepon selular, Jumat (08/05/2026) sore, sekira pukul 15.00 WIB.

Baca Juga :  Sidang Korupsi Jalur KA DJKA di Pengadilan Tipikor Medan, Kader Demokrat Beri Dukungan

Syahril menjelaskan, tidak ada hubungan antara PEPSSI dengan Tuan Guru. “Yang mendirikan PEPSSI itu saya, tidak ada hubungan dengan Tuan Guru. Nggak ada itu. Nggak ada itu,” cetus Syahril berulang.

Dalam konteks ini, Syahril mengungkapkan, bahwa Tuan Guru itu cukup hanya di dalam dada.  Abah Wage, juga sudah menyampaikan hal tersebut, sambung Syahril. “Jadi jangan dibawa-bawa Tuan Guru nanti jadi fitnah. Itu bukan perintah PEPSSI. Waallahi,” tandas Syahril.

Bukan Ketua

Menyinggung Galih yang mengaku-ngaku Ketua Dewan Dakwah PEPSSI, Syahril secara tegas menepis hal tersebut. “Itu salah, dia (Galih). Dia bukan Ketua Dewan Dakwah, tapi dia sebagai anggota Dewan Syuro,” beber pria yang akrab disapa Ustadz Turki itu.

Baca Juga :  Warga Perumahan Damai Indah Titi Kuning Resah Atas Pemasangan Spanduk

Secara terpisah sejumlah jamaah MATFA merasa heran dan bertanya apa maksud dan tujuan gambar Tuan Guru disandingkan dengan PEPSSI? Kendati demikian, jamaah MATFA yakin bahwa gambar Tuan Guru disandingkan bukan perintah pimpinan PEPSSI. “Kami yakin dan percaya bahwa itu bukan perintah dari pimpinan pusat PEPSSI,” tegas Zulkifli yang diamini sejumlah jamaah MATFA lainnya.

Zulkifli, jamaah MATFA asal Pangkalan Brandan ini berharap, agar gambar Tuan Guru segera diturunkan. “Jika dibiarkan gambar Tuan Guru dipampangkan sama dengan menciderai hati seluruh jamaah MATFA,” jelas Zulkifli. Demikin juga Sakimin, jamaah MATFA dari Namurambe. Ia mempertanyakan tindakan oknum yang memampangkan gambar Tuan Guru.  “Ada apa? Apa ada sesuatu muatan dibalik itu?,” tanya Sakimin curiga.

Baca Juga :  Hanafi Nikahi Belasan Wanita di Kampung Kasih Sayang Bagai 'Api Dalam Sekam", Al Washliyah Minta Bupati dan Kapolres Bertindak Cepat

Bahkan Sakimin menilai tindakan oknum itu dapat merusak kedua belah pihak.  “PEPSSI bisa rusak, MATFA juga dapat rusak. Gara-gara ulah oknum itu,” sesal Sakimin. Edi Sanjaya jamaah MATFA asal Nias menduga ada indikasi lain dari oknum yang menyandingkan gambar Tuan Guru.

“Untuk apa dipampangkan? Apa maksud dan tujuan oknum yang menyandingkan gambar Tuan Guru dengan PEPSSI?,” tanya Edi heran. Edi juga menyesalkan tindakan oknum tersebut yang memampangkan gambar Tuan Guru. “Untuk apalah itu. Tuan Guru itu cukup kita simpan rapi dalam hati, bukan dipajang-pajangkan,” keluh Edi Sanjaya. Sementara itu, Galih Pamungkas yang dikonfirmasi wartawan secara berulang, telepon selularnya tidak aktif. kpe/nrd

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *