MEDAN : Seorang jemaah haji asal Sumatera Utara dipastikan gagal berangkat pada musim haji tahun ini setelah dinyatakan mengalami demensia dan tidak layak terbang oleh tim kesehatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala yang muncul di tengah kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Medan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, mengatakan keputusan itu diambil demi keselamatan jemaah yang bersangkutan. “Kemarin ada yang mengalami demensia. Menurut aturan yang ada, pihak kesehatan menyatakan tidak layak terbang,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, usia jemaah tersebut sudah mendekati 80 tahun dan membutuhkan penanganan khusus, sehingga kemungkinan besar tidak dapat diberangkatkan pada musim haji tahun ini. “Kalau yang demensia ini tampaknya belum memungkinkan berangkat tahun ini karena perlu penanganan khusus,” katanya.
Di luar kasus tersebut, Zulkifli memastikan proses pemberangkatan jemaah haji Sumut hingga saat ini berjalan lancar. Hingga hari ini, jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 telah mulai memasuki Asrama Haji Medan. Kloter tersebut terdiri dari jemaah asal Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Kota Medan.
Para jemaah menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan, pembagian dokumen perjalanan seperti paspor dan gelang identitas, hingga kesiapan biaya hidup (living cost). “Alhamdulillah sebagian jemaah sudah masuk ruang penerimaan. Mudah-mudahan prosesnya lancar, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga kelengkapan administrasi,” ucapnya.
Zulkifli menambahkanK loter 13 menjadi penutup gelombang pertama pemberangkatan jemaah haji. SeSementarKloter 14 yang akan masuk berikutnya menjadi awal gelombang kedua, dengan tujuan langsung ke Makkah melalui Bandara Kualanamu. “Gelombang pertama berangkat ke Madinah, sedangkan gelombang kedua langsung ke Makkah,” jelasnya.
Ia juga memastikan jadwal penerbangan berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. “Pesawat juga on time, tidak ada delay. Di Madinah, kondisi jemaah kita juga baik,” katanya. Namun demikian, terdapat sejumlah kursi kosong (open seat) akibat jemaah yang batal berangkat karena sakit sebelum masuk asrama, termasuk yang mengalami stroke.
Selain itu, ada pula jemaah yang menunda keberangkatan untuk mendampingi pasangan yang sakit. “Sekitar 10 kursi kosong karena ada yang sudah sakit sebelum masuk asrama. Kemudian ada lima orang yang menunda karena mendampingi pasangan,” ujarnya.Sementara itu, untuk kasus jemaah yang sempat tertunda karena belum menjalani vaksin polio, Zulkifli memastikan mereka tetap bisa berangkat setelah memenuhi persyaratan kesehatan. “Mereka hanya terkendala vaksin. Insyaallah akan diberangkatkan pada kloter 17,” pungkasnya. dn/nrd

















