Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDairiEkonomi

Beredar Isu Kelangkaan BBM, Harga Eceran di Sumbul Dairi Tembus Rp 20.000 per Liter

5
×

Beredar Isu Kelangkaan BBM, Harga Eceran di Sumbul Dairi Tembus Rp 20.000 per Liter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MEDAN : Warga Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara dilanda keresahan menyusul beredarnya isu kelangkaan serta rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di media sosial. Situasi ini diperparah dengan menghilangnya stok BBM di tingkat pengecer dalam beberapa hari terakhir. Padahal, berdasarkan pantauan di lapangan, pasokan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih tergolong lancar, meskipun antrean kendaraan terlihat cukup panjang.

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini sangat bergantung pada penjual BBM eceran. Salah seorang warga Kecamatan Sumbul, Jamal Manullang, mengaku khawatir dengan situasi yang terjadi. Menurutnya, warga setempat sulit pergi ke SPBU karena jaraknya cukup jauh dari permukiman.

Example 300x600

“Kami sangat bergantung pada penjual eceran karena di Kecamatan Sumbul sendiri belum ada SPBU. Tidak mungkin warga harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk mengisi bensin sepeda motor,” ujarnya, Senin (8/3/2026).

Baca Juga :  Musywil II Parmusi Sumut Dihadiri Ketua Umum PP Parmusi

Sebelum isu kelangkaan mencuat, harga BBM di tingkat pengecer masih berada pada kisaran normal, yakni sekitar Rp13.000 per liter. Namun, hanya dalam beberapa hari terakhir harga melonjak tajam hingga mencapai Rp 20.000 per liter. Ironisnya, meskipun harga sudah melambung tinggi, warga tetap kesulitan mendapatkan BBM karena banyak warung pengecer yang biasanya menjual bensin kini tidak memiliki stok.

Baca Juga :  Aklamasi, Ali Amran Tanjung Pimpin Parmusi Sumut, Ketum Instruksikan Tata Organisasi di Seluruh Lini

Perbedaan kondisi antara ketersediaan BBM di SPBU yang masih relatif lancar dengan kelangkaan di tingkat pengecer memunculkan dugaan adanya permainan dalam distribusi di tingkat bawah. Jamal menduga ada oknum yang memanfaatkan situasi tersebut dengan menimbun BBM demi meraup keuntungan besar di tengah kepanikan masyarakat. “Saya menduga ada penimbunan minyak oleh pihak-pihak yang ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya di tengah kepanikan warga,” tegasnya.

Ia berharap dugaan tersebut tidak benar. Namun, jika memang ada pihak yang menimbun BBM, ia meminta agar stok tersebut segera disalurkan kembali kepada masyarakat. “Semoga dugaan saya salah. Jika memang ada yang menimbun, tolong segera dikeluarkan dan dijual seperti biasa. Kasihan masyarakat, BBM sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Membeli dengan harga setinggi itu sangat memberatkan,” katanya.

Baca Juga :  Pesta Rakyat Desa Sampali Majukan UMKM da Tumbuhkan Ekonomi

Warga Kecamatan Sumbul kini berharap pihak berwenang, baik Kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Dairi, segera turun tangan melakukan pengawasan serta penindakan tegas apabila ditemukan praktik penimbunan BBM. Kehadiran aparat dinilai sangat diperlukan untuk menormalkan distribusi dan meredam keresahan masyarakat yang kian meluas.kaloko

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *