MEDAN : Sebuah sekolah sepakbola bertaraf Internasiomal  akan hadir di  Medan sebagai wadah penyaluran dan pembinaan bakat generasi muda dalam bidang sepakbola. Adalah Prof. Adjuct Dr. Marniati, SE, MKes yang adalah Rektor Univrsitas Deztron Indonesia (UDI) yang mengagas dan menjadi Pembina AFSI DSU. AFSI DSU akan diluncurkan pada Hari Rabu tanggal 24 Juni 2026 di Stadiom Mini Unimed Jalan Wilem Iskandar Pasar V Kenangan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.

Baca Juga :  Pemulihan UMKM Terdampak Bencana, Bank Sumut Siapkan Skema Berdasarkan Aturan OJK

Peluncran akan dihadiri langsung CEO AFSI Josele Gonzales dan Direktur Pelaksana AFSI Vitor De Arse. Mantan Deputi Kemenpora RI Dr. H. Sakhyan Asmara. MSP akan hadir sebagai penaasehat AFSI DSU. Bebarap pejabat Provinsi Suamtera Utara juga diprediksi menghadiri acara peluncura ini termasuk  Kadis Pemuda dan Olahraga  Muhammad Maffullah Pratama Daulay, STTP. MAP yang lansung akan meluncurkan sekolah sepakbola ini. Tokoh sepakbola yang pernah jadi Ketua PSSI Prof. Dr. Djohar Arifin Husin juga direncanakan akan hadir pada acara peluncuran ini.

Baca Juga :  Isu Narkoba di Rutan Medan Dipastikan Hoaks : Mantan Warga Binaan dan Aktivis Narkoba Nasional Buka Suara

Pembina AFSI DSU Prof. Adjuct Dr. Marniati, SE, MKes mengatakan Akademi Football Spanyol Internasional Destron Sumatera Utara (AFSI DSU) adalah sekolah sepak bola yang berafiliasi dengan Akademi Sepakbola Internasional Spanyol.

AFSI DSU dibantuk dengan niat mulia agar talenta muda sepakbola muda di Sumatera Utara dapat berkembang menjadi profeional sepakbola tingkat nasional maupun internasional. Para siswa AFSI DSU akan mendapat pendidikan dan latihan fisik, teknik, taktik dan mental serta dedikasi sesuai tingkatan usia. Mereka akan dilatih para pelatih berlisensi dan berkaitan langsung dengan akademi sepak bola Spanyol.

Baca Juga :  Idul Adha, IKAL SMA Negeri 6, Sembelih 7 Lembu dan 1 Kambing

“Selain mencetak atlet sepakbola profesional, AFSI DSU juga bisa menjadi wadah pembinaan mental anak muda Indonesia khususnya Sumatera Utara untuk terlepas dari jeratan ketergantungan kepada game digital. Juga bisa menjadi wadah pembinaan generasi muda agar terlepas dari kertergantungan pada narkotika, pergaulan bebas dan lain-lain,” katanya. hrn/ril