MEDAN : Universitas Detron Indonesia (UDI), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berkedudukan di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, sukses merealisasikan program internasional berdampak tinggi bernilai total Rp325.000.000,- untuk pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh periode 2025–2026. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama strategis dengan mitra internasional asal Perlis, Malaysia, yaitu Faizuddin Centre of Educational Excellence (FCoEE) – MAIPs Malaysia.
Program kontinjensi multidimensi ini menyasar pemulihan tiga sektor utama secara simultan: sosial-pendidikan, kesehatan publik, dan ekonomi mikro warga terdampak. Pembiayaan program bersumber dari skema matching fund yang transparan, terdiri atas Dana Hibah Internasional FCoEE-MAIPs Malaysia sebesar Rp250.000.000,- dan Dana Pendamping Internal UDI sebesar Rp75.000.000,-.
Berdasarkan data proposal resmi manajemen kerja sama, total anggaran tersebut dialokasikan secara mendetail ke dalam tiga klaster fakultas :
1. Klaster Sosial, Pendidikan, & Kesiapsiagaan (Fakultas Sosial Sains dan Hukum): Dialokasikan sebesar Rp220.000.000,- untuk pengadaan 300 paket Kid’s Trauma Healing Kit, pengadaan 10 unit Tenda Sekolah Darurat besar (hasil pengalihan pos air bersih), pembangunan fisik lantai panggung pelindung banjir di 3 titik lokasi, serta pelatihan Psychological First Aid bagi 50 guru lokal.
2. Klaster Perekonomian & Stimulus UMKM (Fakultas Teknologi dan Bisnis):Dialokasikan sebesar Rp60.000.000,- yang disalurkan dalam bentuk bantuan modal usaha mandiri untuk 20 UMKM terdampak masing-masing sebesar Rp2.500.000,-, serta penyelenggaraan workshop manajemen keuangan darurat dan strategi pemasaran digital.

3. Klaster Kesehatan Publik & Operasional (Fakultas Ilmu Kesehatan & Universitas): Dialokasikan sebesar Rp50.000.000,- untuk pengadaan obat-obatan dasar, APD, logistik lapangan tim Satgas KKN Tematik mahasiswa, serta luaran publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA.
Eksekusi program dipandu secara ketat menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) Mitigasi Kebencanaan Global dengan pemantauan berkala menggunakan pertemuan hibrida lintas negara setiap bulan. Indikator Keberhasilan Utama (KPI) yang diukur meliputi indeks pemulihan trauma 300 anak, tingkat kehadiran 1.000 siswa di sekolah darurat, penurunan grafik penyakit menular, serta pemulihan pendapatan finansial 20 UMKM binaan.
Manajemen risiko di lapangan juga diantisipasi secara taktis oleh UDI dengan membentuk 3 sub-sentra logistik mandiri yang dikelola oleh relawan lokal untuk mengatasi kendala putusnya akses transportasi akibat banjir di lokasi pelosok Aceh. Program internasional yang mendapatkan dukungan penuh melalui SK Rektor UDI ini terbukti sukses mendongkrak pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi swasta tersebut, khususnya IKU 7 (kegiatan mahasiswa di luar kampus lewat KKN Tematik),
IKU 4 (dosen mempraktikkan keahlian di masyarakat), dan IKU Partisipatif (reputasi internasional).
Seluruh dokumen naskah kerja sama (MoU dan MoA), hasil hilirisasi riset berupa artikel jurnal ilmiah, serta kliping pemberitaan media massa nasional maupun internal telah didokumentasikan secara lengkap sebagai pemenuhan akuntabilitas program. Sinergi bilateral UDI dan FCoEE-MAIPs Malaysia ini menjadi bukti nyata implementasi “Diktisaintek Berdampak” dalam mendukung ketahanan sosial, ekonomi, dan infrastruktur lingkungan pascakrisis secara berkelanjutan.ril/nrd
















