Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaMedan

Di Pinggiran Rel, Mimpi Tetap Tumbuh di Tengah Deru Kereta

218
×

Di Pinggiran Rel, Mimpi Tetap Tumbuh di Tengah Deru Kereta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Karya Foto dan Narasi Fadhilah Putri Iksyah, Mahasiswi STIK-P Medan.

MEDAN : Deru kereta api yang melintas silih berganti menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan DPR (Daerah Pinggiran Rel). Di tengah kebisingan dan debu yang beterbangan, mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh keteguhan dan harapan.

Melalui karya fotografi dan narasi berjudul “Di Pinggiran Rel”, Fadhilah Putri Iksyah, mahasiswi STIK-P Medan, mencoba mengangkat realitas kehidupan warga yang bermukim di sepanjang jalur rel kereta api. Karya tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat di kawasan itu harus berdamai dengan suara kereta yang tak pernah berhenti, dari pagi hingga malam hari.

Baca Juga :  FORMAJI Apresiasi Kinerja Pelayanan One Stop Service PPIH Embarkasi Medan

“Hidup terus berjalan di antara deru dan debu. Mereka yang tinggal di DPR (Daerah Pinggiran Rel) harus berdamai dengan suara kereta api yang tak pernah henti. Dari pagi hingga malam. Di atas tanah yang rapuh, mereka membangun rumah, mimpi, dan harapan,” tulis Fadhilah dalam narasinya.

Baca Juga :  Ketua IMO Indonesia Sumut Apresiasi Kapolrestabes Medan Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Boks Plastik

Bagi warga, rel kereta api bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan tempat mereka tumbuh dan bertahan hidup. Di ruang yang serba terbatas, mereka membangun rumah sederhana, membesarkan anak-anak, serta menata masa depan dengan segala keterbatasan yang ada.

Karya ini tidak hanya menampilkan sisi kehidupan masyarakat pinggiran rel, tetapi juga menjadi potret ketangguhan manusia dalam menghadapi berbagai tantangan. Di balik suara bising kereta dan kondisi lingkungan yang sederhana, tersimpan cerita tentang perjuangan, kebersamaan, serta harapan yang terus hidup.

Baca Juga :  Pesan Kepala SMAN 14 Medan di Hari Lahir Pancasila : Teknologi Maju, Nilai Luhur Jangan Layu 

Melalui sudut pandangnya sebagai mahasiswa jurnalistik, Fadhilah Putri Iksyah menghadirkan pesan bahwa di setiap sudut kota terdapat kisah-kisah kemanusiaan yang layak untuk didengar dan diapresiasi. Di pinggiran rel, kehidupan mungkin berjalan dalam keterbatasan, namun mimpi.syahdan

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *