Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaMedan

Ade Dermawan Foundation Apresiasi Keguyuban Masyarakat Melayu Gelar HBH Bersama

498
×

Ade Dermawan Foundation Apresiasi Keguyuban Masyarakat Melayu Gelar HBH Bersama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MEDAN : Pendiri dan pemilik Ade Dermawan Fondation, Ustad Ade Dermawan mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Halal Bi Halal(HBH) yang dilaksanakan masyarakat Melayu dari berbagai organisasi dan komunitas Melayu di Tanah Air khususnya di Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan kekompakan dan keguyuban.

Sebagaimana diketahui, organisasi yang menggelar ini adalah Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), PB Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI), PB Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (PB GAMI) dan pihak-pihak lainnya.

Baca Juga :  Siswa MIN 5 Medan Borong 4 Medali Kejuaraan Pencak Silat Riau Challenge 2 Piala Kemenpora

“Kalau saya menilai ini adalah suatu momentum bagi puak Melayu untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi. Guna merapatkan barisan dan berdiskusi tentang apa yang mau dilakukan buat kebangkitan dan kemajuan masyarakat Melayu itu sendiri,” katanya kepada media pada Kamis 9 April 2026 di kediamannya di Medan Johor.

Lagi pula lanjut Ade Dermawan, yang duduk di kepengurusan PB ISMI, gabungan tiga organisasi besar Melayu di tanah air yang berpusat di Medan merupakan yang pertama kali digelar. “Jadi suasana kebatinan yang lagi guyub ini harus dipelihara, diperkuat dan dilanjutkan ke tingkat yang lebih mantap lagi,” ujar Ade lagi.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Kebocoran, Perumda Tirtanadi Sudah Selesaikan dan Tuntaskan LHP 2023 

Dikatakan, sesungguhnya Melayu itu besar, luas dan menyebar. Melayu bukan suku, Melayu bukan komunitas yang kecil. Tetapi Melayu adalah wangsa yang menyebar di seluruh nusantara. Hal itu dikuatkan adanya ikatan dalam satu keyakinan yaitu adalah Islam serta adanya ikatan perkawinan atau disebut juga semenda. Artinya setiap Melayu pasti Islam dan puak serta suku yang lain ketika memiliki ikatan perkawinan dengan anak Melayu, maka ia jadi Melayu. Istilahnya semenda.

Baca Juga :  10 Tahun Belum Diperbaiki, Warga Minta Pemkab Dairi Perbaiki Jalan Desa Kuta Delleng sampai Desa Gunung Meriah

“Jadi Melayu itu besar, kuat dan menyebar. Ada ikatan ikatan yang membuatnya kuat dan bersatu. Jadi momentum ini harus dijadikan entry point menguatkan, menyatukan masyarakat Melayu sekaligus merancang beragam kegiatan untuk membesarkan Melayu khususnya masyarakat Melayu di Sumaera Utara,” tutup Ade Dermawan. erde

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *