Dikatakan UPT Asrama Haji Kelas 1 Medan memastikan kesiapan penuh dalam menyambut kepulangan jemaah haji Debarkasi Medan yang dijadwalkan tiba di tanah air pada awal Juni 2026. Selain itu, fasilitas yang dikelola juga siap melayani kebutuhan jemaah umroh serta tetap melayani penyewaan gedung untuk kegiatan masyarakat tanpa mengganggu pelayanan ibadah.
Menurut Akmalsyah, terdapat beberapa bagian gedung yang berencana dilakukan perbaikan menyeluruh, namun mengingat waktu kepulangan yang semakin dekat, pihaknya akan melakukan perbaikan sementara terlebih dahulu untuk memastikan kenyamanan jemaah. Perbaikan besar akan dilaksanakan setelah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji selesai.
“Untuk perbaikan menyeluruh pada beberapa bagian gedung, sistem pendingin ruangan, ketersediaan air bersih, penerangan, hingga area parkir, kami akan kerjakan setelah jemaah pulang. Saat ini kami utamakan perbaikan sementara dan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada,” jelasnya.
Layanan Jemaah Umroh Terjamin
Sehubungan dengan kebijakan Kementerian Haji dan Umroh yang mewajibkan jemaah umroh yang dikelola oleh biro perjalanan tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) untuk menginap di Asrama Haji Medan sebelum berangkat ke Tanah Suci, pihak pengelola memastikan semua fasilitas sudah siap digunakan.
“Kami memiliki 550 kamar tidur ber-AC lengkap, layanan konsumsi yang terjamin kebersihannya, serta armada bus yang siap mengantarkan jemaah langsung menuju Bandara Internasional Kualanamu. Selain itu, kami juga berencana memasang layanan videotron untuk menggantikan papan pengumuman konvensional agar tampilan lebih tertata, rapi, dan informatif,” terang Akmalsyah.
Kegiatan Masyarakat Tetap Berjalan Tanpa Gangguan
Selain melayani kebutuhan jemaah ibadah, pihak pengelola juga menyewakan gedung-gedung yang ada di kompleks untuk berbagai kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, wisuda, dan acara lainnya. Akmalsyah menegaskan bahwa kegiatan ini tidak akan mengganggu pelayanan utama untuk jemaah haji dan umroh.
“Kami pastikan penyewaan gedung untuk kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan tertib, serta tidak mengganggu sama sekali jadwal dan kebutuhan jemaah ibadah. Pembagian waktu dan pengelolaan area kami atur sedemikian rupa agar semua kepentingan dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. awlbs/red

















