PULAU KAMPAI : Percaya diri dan semangat, itu kesan pertama kita dapati ketika Rombongan PB ISMI dan manajemen media online M-News.id mencecahkan kaki di Pulau Kampai Pangkalan Susu Kabupaten Langkat pada Sabtu 31 Oktober 2026.
PB ISMI dan M-News.id melakukan investigasi jurnalistik ke darah terluar yang berbatas langsung dengan Selat Malaka. Yaitu ke sejumlah titik din kawasan itu. Seperti ke sekolah, Puskesmas, pantai, sarana dan prasaran umum lainnya. Kunjungan pertama adalah ke SMP IT Ridhatul Tahta Arifa.
Adalah Kurnia Pratiwi, pelajar Kelas 9 yang berusia 16 tahun tampak pede dan semangat ketika ia dipanggil Ketua Pembina Yayasan Ridhatul Tahta Arifa, Mahyarudin SPd MSi untuk pidato. Kekurangan yang dimilikinya bukan jadi halangan untuk ia tampil berbicara mewakili seluruh temannya yang duduk di Kelas 7, 8 dan 9.
Dalam pidatonya ia mengatakan merasa senang dapat berjumpa dengan keluarga besar PB ISMI dan jajaran M-News.id. Sebagai yang mewakili para pelajar, ia katakan semoga kedatangan bapak ibu memiliki banyak manfaat.

“Karena kami sangat membutuhkan segalanya. Kami sebagai pelajar yang belajar di sekolah swasta ini belum sepenuhnya mendapat sentuhan dari pemerintah. Hanya kepada PB ISMI manajemen media M-News lah kami berharap. Alhamdulillah tadi ada disampaikan kami mendapat bea siswa untuk SMA dan beasiswa kuliah. Alhamdulillah,” ujarnya lirih. Kurnia adalah salah satu penerima bea siswa tersebut.
Sebagai yang mendapat bea siswa untuk SMA, ia semakin semangat untuk maju. “Saya tak mau patah semangat dan terus berusaha dan menjadi pribadi lebih baik lagi,” ujar Kurnia buah hati pasangan Juparno dan Irawati. Kurnia Pertiwi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Abang dan Kakak nya dah pun nikah. Abangnya kini di Rantau Prapat, lanjut Kurnia yang bermukim di Dusun V Damar I Kompleks Pemda Desa Pulau Kampai, Pangkalan Susu, Langkat.
Sebelum mengakhiri percakapannya, M-News bertanya apa yang dicita-citakan Kurnia. Semula dia enggan dan malu mengatakan, namun ketika didesak dan ditanya lalu ia menjawab ingin menjadi editor di perusahaan televisi.
“Saya bercita-cita ingin menjadi editor atau pihak di belakang siaran di stasion televisi. Seperti editor atau apalah namanya. Insya Allah tahun depan saya masuk SMK Negeri I Bendahara di Seruai, di seberang,” tutup Kurnia sambil berjalan karena sudah ada yang menjemputnya. “Tiap hari saya diantar jemput sama mamak, kadang juga sama kawan,” tutupnya sambil berjalan dan menaiki kereta yang dikendarai saudaranya. erde
















