Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaHukum & KriminalMedan

Jamaah MATFA Minta Pertanggungjawaban Galih

150
×

Jamaah MATFA Minta Pertanggungjawaban Galih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MEDAN : Sejumlah jamaah Majelis Ta’lim Fardhu ‘Ain (MATFA) minta pertanggungjawaban pernyataan Galih Pamungkas. Galih menyatakan, ada rekaman Al Mukarrom Tuan Guru yang menyebutkan sholat tidak membaca at- tahayyiat. Haji Rasiadi jamaah senior MATFA di Batam meminta pertanggungj awaban pernyataan Galih tersebut. “Dia (Galih) saat haul Tuan Guru nanti, kita panggil secara khusus untuk minta pertanggungjawaban,” ujar Rasiadi, melewati telepon selular, Senin (11/05/2026)

Yang pasti H Rasiadi tidak terima dan tidak sependapat dengan paham yang nyeleneh. “Saya pertanyakan paham dia (Galih). Jangan membawa-bawa ilmu orang tuan (Tuan Guru) tapi isinya bukan,” tegas Rasiadi mengingatkan. Syafruddin jamaah MATFA yang lain juga protes dengan pernyataan Galih. “Tak pernah diajarkan. Tetap Tuan Guru membaca attahiyat karena itu masuk dalam rukun 13,” tutur Syafruddin.

Baca Juga :  Pernyataan Tokoh Masyarakat Soal Penjualan Makanan Non Halal : Perlu Sikap Saling Menghormati

Sementara Hendra, jamaah MATFA asal Pangkalan Susu, menilai pernyataan Galih tak perlu di-open-in. Artinya, biarkan kena mudhorat dengan sendirinya. “Dapat dipastikan hancur kena mudhorat yang menzhalimi ajaran dan menjual-jual nama Tuan Guru,” kata Hendra yang berbaiat tahun 1990 itu.

Sebelumnya, Zulkifli jamaah lawas MATFA juga mengungkapkan, pernyataan Galih itu salah. “Ya salah. Pasti salah;” ujar Zulkifli. Galih menurut Zulkifli, wajib meng-clear-kan persoalan ini. “Artinya kita minta klarifikasi dari Galih. Jujur aja mengakui dan keliru. Saya rasa selesai,” terang Zulkifli.

Baca Juga :  Usai Sambutan Kakan Kemenhaj Sumut Sambangi Jamaah Tertua, Jamaah Multazam Sudah Dibekali

Kejadian ini berawal pertemuan di kediaman H Yudi, Jalan Japaris Medan, Selasa (5/5/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Ketika itu H Yudi menerangkan, dirinya tak pernah mendengar Tuan Guru tidak membaca At tahiyyat di dalam sholat. “Tapi kalau tahiyyat, saya belum pernah dengar dari ulama, tapi tetap dibaca attahiyyat dalam sholat. Kalau Pak Galih dengar terserah aja,” ujar H Yudi.

Baca Juga :  Denpom I/5 Medan dan Pomal Belawan Menyisir 16 Lokasi Dugem, Cegah Pelanggaran Prajurit

Lalu Galih menjawab; “Saya rasa ada rekamannya. Ada. Kalau itu tak mungkin berbuat tanpa dasar”. Galih juga mengatakan, arti tahiyyat itu adalah pernyataan hayat. Hayat yang di dalam ini yang menyatakan.  “Nanti saya kirimkan aja ji (Haji Yudi), rekaman Tuan Guru arti tahiyyat itu apa, bukan penghormatan,” ungkap Galih. Galih dengan yakin juga mengatakan, itu bahasa Tuan Guru langsung. prb/nrd

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *