MEDAN : Suasana hangat penuh tawa dan nostalgia menyelimuti Kafe Roemah Kayu di Jalan Abdul Haris Nasution, Medan Johor, Sabtu (11/10/2025), saat Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa Medan (KBPMM) menggelar reuni lintas generasi. Acara yang diprakarsai oleh Ketua Panitia, Riadh Alfi dan Aceng serta Miftahudin, ini menjadi ajang mempererat silaturahim para alumni yang pernah menimba ilmu di Yogyakarta sejak dekade 1970-an hingga 1990-an.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahim di antara kita yang pernah sama-sama berjuang menuntut ilmu di perantauan. Banyak di antara kami yang sudah puluhan tahun tak bersua,” ujar Riad dengan senyum haru. Reuni kali ini juga menjadi ajang mengenang sejarah panjang organisasi KBPMM yang telah menjadi wadah persaudaraan pelajar dan mahasiswa asal Medan di Yogyakarta.
Salah satu tokoh senior yang turut hadir, Dr. Sahkyan Asmara Msi alumni Fisipol UGM dan USU, menceritakan bahwa dalam Musyawarah Ke-2 KBPMM pada periode 1980–1990, Yusri Usman terpilih sebagai Ketua Umum dan Daan Ahmad Roesli sebagai Sekretaris Umum. Ketua Umum pertama ketika terbentuk organisasi KBPMM tahun 1970 adalah Drs Amir Siagian.
Nostalgia dan Harapan
Bagi Yusri Usman, reuni ini menjadi momen berharga untuk kembali bertatap muka dengan sahabat lama. “Bertemu dengan teman-teman lama mengingatkan kita pada masa-masa perjuangan di Yogya dulu. Bukan sekadar nostalgia, tapi juga untuk memperkuat silaturahmi lintas generasi, apalagi umur kami rata rata sudah hampir mencapai 70 tahun” katanya.
Senada, Daan Ahmad Roesli mengapresiasi pelaksanaan reuni yang disebutnya sarat rasa kekeluargaan. “Acara seperti ini memperlihatkan bahwa kebersamaan kita tidak lekang oleh waktu. Semua terasa solid dan penuh kehangatan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pertemuan, reuni KBPMM juga diharapkan menjadi sarana memperluas jejaring antar-generasi. “Kita berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di kita saja, tetapi juga bisa menjadi ajang silaturahim bagi anak dan cucu kita. Ini akan menjadi jaringan sosial yang kuat untuk mereka ke depan,” tambah Riadh
Tokoh Pendiri Hadir
Kehangatan reuni semakin lengkap dengan kehadiran Dr. Sakhyan Asmara, pendiri KBPMM di Yogyakarta tahun 1970 sekaligus Dr. Sakhyan Asmara Mantan Deputy Pemuda Mempora era Adyaksa Daud juga dikenal sebagai pendiri DPW Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1975 bersama Bukhari Usman sebagai Ketua Wilayah DIY kala itu.
Sakhyan Asmara kader HMI dikenal spesialis pimpinan sidang di semua aktifitas organisasi pemuda saat itu di Jogya dan Sumut hingga di Jakarta. Dalam sambutannya, Dr. Sakhpyan mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan yang telah menjadi fondasi KBPMM. “Dari dulu hingga sekarang, KBPMM bukan hanya tentang asal daerah, tapi tentang semangat saling mendukung. Semoga silaturahim ini terus terjaga lintas waktu,” katanya.
Reuni yang berlangsung sederhana namun hangat itu menjadi bukti bahwa waktu tak mampu memudarkan persaudaraan yang tumbuh dari tanah perantauan. Dari Yogyakarta hingga Medan, dari masa kuliah hingga usia pensiun, semangat kebersamaan KBPMM terus hidup dalam ingatan dan hati para anggotanya.nrd/cn


















